Pengembangan Potensi Alam Lumajang untuk Tingkatkan Perekonomian Masyarakat




CAKRAWALADESA.COM, Opini - Lumajang adalah salah satu dari banyaknya kota di provinsi Jawa Timur. Kota yang sudah berdiri sejak 12 Desember 1255 M dengan nama awal “Lamajang” ini memanglah bukan kota yang besar dengan fasilitas terbaik. Namun, Lumajang merupakan kota kecil dengan sejuta pesona dan keunikan tersendiri. Salah satunya adalah banyaknya berbagai macam wisata alam yang memukau dan dapat memanjakan mata karena  keindahannya, contohnya saja adalah air terjun Tumpak Sewu.

Jika kita berkunjung kesini kita akan dapat menyaksikan pesona alam yang satu ini. Air terjun Tumpak sewu memiliki formasi unik karena memiliki aliran air yang melebar seperti tirai.

Kemudian air dari bukit mengalir kebawah dan jatuh membentuk aliran sungai yang  jernih.

Tak hanya air terjun yang dapat kita saksikan, masih begitu banyak wisata-wisata yang wajib dikunjungi dan di eksplor dikota Lumajang ini. Misalnya, puncak B29, ranu kumbolo, jembatan perak, hutan damaran burno, hutan bambu sumbermujur, oro-oro ombo, kebun teh kertowono, jalan lintas selatan Pandanwangi, gunung semeru, air terjun kapas biru, dan masih banyak lagi.

Tak hanya wisata alamnya saja yang membuat orang  jatuh cinta dengan kota ini. Kota yang mendapat julukan “Kota Pisang” ini juga menyajikan berbagai macam kudapan yang dipanen dari hasil kebun sendiri.

Sesuai dengan namanya “kota pisang” maka hasil alam utama dari kota ini adalah pisang. Pisang merupakan buah yang mudah ditanam diberbagai jenis tanah. Buah yang hanya bisa berbuah sekali ini mudah sekali ditemui diberbagai tempat di kota Lumajang.

Bahkan jenisnya pun begitu banyak. Misalnya di desa Darungan yang masih menjadi bagian kota Lumajang. Kalian akan banyak menemui pohon pisang mulai dari pisang Raja, pisang Gepok, hingga pisang Susu.

Namun, yang menjadi maskot dari seluruh pisang yang terkenal dikota Lumajang adalah jenis pisang Mas Kirana dan pisang Agung. Pisang jenis ini banyak ditemui dan hanya dapat tumbuh dengan baik di sekitar kaki Gunung Semeru, tepatnya di Kecamatan Senduro, Pasru Jambe, dan Gucialit.

Walau hanya sepintas kedua pisang tersebut memang tak ada bedanya dengan pisang-pisang lain yang mempunyai rasa manis dan legit.

Namun, pisang mas kirana ini tak hanya rasa manis saja melainkan bentuknya yang cantik dapat menjadi daya tarik tersendiri dari tiap konsumen. Bahkan pisang jenis ini tak hanya dipasarkan di luar kota Lumajang saja, namun sudah diekspor hingga ke mancanegara seperti Singapura, China, dan Jepang.

Pisang Agung yang juga menjadi maskot dari kota Lumajang juga tak kalah saing. Bahkan baru-baru ini, jenis pisang seperti ini sudah diangkat sebagai salah satu potensi alam kota Lumajang yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Tak seperti pisang mas kirana yang mempunyai bentuk yang cantik, pisang Agung ini mempunyai bentuk yang besar.

Sehingga para produsen lebih banyak mengolahnya menjadi sebuah jajanan yang kreatif dan inovatif dan yang paling penting rasa dan kualitas tidak bisa membohongi indra pengecap manusia.
Jika kalian berkunjung ke Kota Lumajang, tak akan lengkap rasanya jika tak memborong  jajanan khas Lumajang. Salah satunya pisang Agung yang diolah menjadi berbagai jenis jajanan seperti kripik, bolu, dan masih banyak lagi. Harganya pun juga terjangkau, kalau kripik pisang Agung sekitar Rp.15.000 hingga Rp.20.000 per bungkus. Kripik pisang jenis ini memang lumayan sedikit mahal.

Namun ada juga yang murah tapi gak murahan seperti kripik pisang Raja dan pisang-pisang lainnya yang biasanya dijual mulai harga Rp.10.000 an.

Tak hanya kripik, kalian bisa mencicipi jajanan khas pisang lainnya seperti bolu pisang yang rasanya tak kalah enak dengan bolu-bolu lainnya. Bahkan cita rasa dari buah pisangnya begitu kaya dan mendominan.

Seiring dengan perkembangan zaman, buah pisang tak hanya dijadikan jajanan kripik dan bolu saja. Ditangan kreatif para produsen buah pisang disulap menjadi jajanan yang begitu disukai oleh anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Sebut saja salah satunya nugget pisang.

Dulu nugget itu pasti identik dengan daging dan sayuran. Namun di kota Lumajang nugget bahan utamanya adalah buah pisang. Dengan berbagai varian topping pada nugget pisang para konsumen semakin tertarik untuk mencicipinya.

Harga pun terjangkau dan tidak menguras kantong. Bahkan di zaman yang sudah online seperti ini cara mendapatkan apapun yang kita mau begitu sangat mudah. Nugget pisang banyak dijual di situs-situs online, dan kita sebagai konsumen tak perlu capek-capek pergi ke warungnya langsung, tinggal duduk manis dirumah makanan datang dengan diantar kurir. Mudah bukan?

Berbagai macam kudapan yang kita temui dikota Lumajang tak hanya berbahan dasar pisang saja yang terkenal, banyak sekali hasil alam berupa buah-buahan yang dapat dijadikan sebagai maskot untuk memajukan perekonomian para masyarakat kota Lumajang.

Sebut saja buah salak pondoh. Meski hampir disetiap wilayah hampir terdapat perkebunan salak, namun harga jual dengan kualitas tinggi hanyalah ada pada salak pondoh yang ditanam di kawasan berdataran tinggi dan bersuhu dingin yang berada di Desa Kalibening, Kecamatan Pronojiwo.

Alasan utama yang menjadikan salak pondoh di Desa Kalibening memiliki harga jual tinggi adalah karena memiliki rasa enak yang gurih, renyah, dan manis. Rasa asam pun ada pada salak pondoh seakan tak terasa jika dibandingkan dengan salak jenis lain. Salak pondoh ini tak hanya di jual didalam kota saja, namun sudah di ekspor ke beberapa wilayah di luar kota seperti Jember, Banyuwangi, dan Bali.

Buah salak ini tak hanya bisa dimakan secara langsung saja. Ditangan kreatif para produsen, buah salak ini disulap menjadi aneka jajanan dan minuman ringan yang juga tak kalah diminati oleh para masyarakatnya mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa.

Buah salak khas kota Lumajang ini dapat diolah menjadi keripik salak yang rasanya juga tak kalah lezat dengan kripik pisang. Tak hanya kripik, buah salak ini juga di olah menjadi berbagai macam minuman dan sirup yang menyegarkan dengan rasa khas salak yang pekat dan mendominan.
Untuk mendapatkan buah salak pondoh ini cukup mudah.

Selain dijual di sejumlah lokasi dan pasar, kalian juga bisa datang langsung ke tempat penjualan yang ada di hampir di sepanjang jalan raya Kecamatan Pronojiwo. Disana kalian tinggal memilih buah salak pondoh yang diminati. Harganya pun masih relatif terjangkau, kalian hanya perlu mengeluarkan gocek sekitar Rp. 5.000/Kg.

Selain potensi alam berupa tempat wisata dan buah-buahan, kota Lumajang juga dikenal sebagai kota agraris. Sebagian besar penduduknya adalah petani, sehingga jika kita berkunjung ke wilayah Lumajang kita banyak melihat berbagai sawah yang membentang luas.
Banyak sekali hasil-hasil pertanian dikota ini yang dapat  dijadikan sebagai ladang usaha oleh para produsen dalam meningkatkan taraf perekonomiannya. Produk pertanian di Lumajang bukan hanya unggul, tapi juga memiliki daya saing.

Misalnya saja beras Lumajang. Produk unggulan hasil pertanian ini diharapkan mempunyai nilai tambah, melalui kreatifitas pengolahan dan pengemasan produk sesuai pangsa pasar.
Lumajang juga dikenal sebagai penghasil beras terbaik. Banyak sekali jenis-jenis beras yang dihasilkan kota Lumajang. Misalnya saja di desa Darungan kecamatan Yosowilangun yang begitu terkenal akan beras ketannya.

Tak hanya beras ketan, beras yang biasanya digunakan sebagai nasi juga ditanam dikota ini. Bahkan beras inilah yang mempunyai daya saing tinggi di kalangan beras-beras lainnya.

Sebagai masyarakat kota Lumajang, tentunya kita harus dapat memanfaatkan berbagai potensi alam ini dengan sebaik-baiknya. Tak hanya untuk memajukan perekonomian, namun potensi alam juga dapat digunakan untuk menunjang kehidupan dalam dunia pendidikan, sosial, dan budaya.

Bahkan beberapa desa yang ada di kota Lumajang banyak yang menghasilkan berbagai macam hasil alam, apalagi untuk desa yang berada di dataran rendah seperti Wotgalih dan sekitarnya. Sebagian besar penduduknya adalah petani buah semangka ada pula yang merangkap sebagai nelayan, hal ini dikarenakan desanya yang begitu dekat dengan laut.
Buah semangka adalah hasil alam yang menjadi maskot dari desa Wotgalih dan sekitarnya.

Baca Juga : Desa Sumber Wringin Dorong Ekonomi Desa Dengan Bumdes

Buah ini mempunyai daya saing yang begitu bagus, hingga hampir seluruh penduduknya menanam buah ini sebagai usaha untuk memajukan perekonomiannya. Tanahnya yang berjenis tanah pasir sangat cocok untuk menanam buah semangka ini.

Buah ini tak hanya dinikmati oleh warga sekitar saja, namun sudah di ekspor ke berbagai wilayah di berbagai kota. Kualitas yang baik, harga pun juga bisa naik. Jenisnya pun juga banyak, di Desa Wotgalih ada dua jenis semangka yang di tanam oleh para petani. Yaitu semangka yang didalamnya berwarna merah dan semangka yang didalamnya berwarna kuning.

Rasa kedua jenis semangka itu sama-sama lezat, manis, renyah, dan pastinya menyegarkan. Karena kandungan air didalam buahnya yang begitu melimpah cocok buat kalian yang sering kehausan.
Berbagai macam potensi alam di atas, itu hanya sebagian kecil saja. Masih begitu banyak potensi alam-potensi alam yang lain, yang perlu kita eksplor agar bisa kita kembangkan dan manfaatkan untuk menunjang perekonomian masyarakat agar tetap stabil.

Masyarakat yang budiman, alam banyak memberikan manfaat kepada kita apabila kita juga dapat memberikan manfaat kepada alam. Tuhan menciptakan alam ini adalah agar kita selalu ingat dan selalu bersyukur kepadaNya.

Maka mari manfaatkan alam ini dengan sebaik mungkin. Rawat dan lestarikanlah,  jangan sekali-kali merusak atau mengekploitasi alam ini dengan tidak manusiawi.

0 Response to "Pengembangan Potensi Alam Lumajang untuk Tingkatkan Perekonomian Masyarakat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel