Terkait WNA Asal China, GPM Sultra Minta Kapolda Sultra Untuk Klarifikasi

Abdur Rajab Saputra, Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Sulawesi Tenggara

CAKRAWALADESA.COM, Kendari - GPM Sultra Menilai Kapolda Sultra Berikan informasi yang berbeda terkait Kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) Asal Cina dan telah menangkap pengunggah Video tersebut. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Sulawesi Tenggara, Abdur Rajab Saputra  meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra, Brigjen Pol Merdisyam untuk memberikan Klarifikasi atas pemberitaan yang tersebar di media sosial.

Pasalnya, keterangan yang disampaikan Minggu malam terkait kedatangan TKA, bahwa Dia sebelumnya merinci, katanya, hanya ada 40 WNA yang datang dari Jakarta, dan meraka adalah TKA asal PT VDNI yang memperpanjang izin Kerja. Dan mereka adalah pekerja lama.

"Jawaban Kapolda Sultra justru sangat berbedah dengan keterangan yang disampaikan, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sultra, Sofyan yang menyampaikan bahwa WNA asal Cina tersebut tak memperpanjang Izin Kerja di Jakarta. Tetapi, 49 WNA tersebut adalah WNA baru, yang datang dari China melalui Bandara Soerkarno Hatta Jakarta setelah transit di Bangkok, Thailand. Dan 49 WNA ini sebelumnya telah menjalani Karantina di Thailand dan menjalani pemeriksaan kesehatan KKP di Bandara Soekarno Hatta," ujarnya usai dikonfirmasi, Senin (16/3).

Tentu saja, lanjut Alumni Universitas Halu Oleo ini menjelaskan dengan adanya informasi yang salah yang disampaikan Kapolda Sultra, Rajab meminta Kapolda Sultra untuk segera mengklarifikasi kesalahannya, atas informasi yang sudah diucapkannya. Kemudian, dirinya juga meminta agar penangkapan yang sudah dilakukan terhadap pengunggah video untuk segera dibebaskan.

"Poin pertama jelas. Kapolda Sultra harus mengklarifikasi keteranganya. Agar tidak diduga membawa berita hoax. Kedua kami meminta kepada Kapolda untuk segera membebaskan pengunggah video yang telah ditangkap," ucap Rajab.

Olehnya itu, Rajab berharap kepada Kapolda Sultra untuk melaksanakan apa yang menjadi tuntutannya. Sebab keterangan yang salah, tentu akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian akan menjadi pertanyaan besar.

"Kalau perlu klarifikasi ini harus segera dilaksanakan secepatnya. Agar kami juga masyakat tidak lagi menerima keterangan yang salah atau hoax. Apalagi ini penyampaian dari orang nomor satu di Polda Sultra ini," tegasnya.

0 Response to "Terkait WNA Asal China, GPM Sultra Minta Kapolda Sultra Untuk Klarifikasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel