Mahasiswi Asal Lumajang ini Menceritakan Kondisi Terkini Wabah Corona di Wuhan China

Gambar latar : tempo.co



CAKRAWALADESA.COM, China - Dilaporkan hingga Jum’at dini hari (24-1-2020), Pasien wabah corona virus yang bersumber pertama kali di kota Wuhan, provinsi Hubei terus meningkat.

Jumlah pasien di daratan China terkonfirmasi menjadi 1287 pasien, dengan 41 diantaranya telah dinyatakan meninggal dunia. 10 kasus ditemukan di Hongkong, Macau dan Taiwan.

Melalui pesan whatsapp, hal ini disampaikan Laila Fakhriyatuz Zakiyah, gadis asal Kecamatan Randuagung Lumajang yang saat ini berstatus sebegai Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Hubei Polytechnic Wuhan China.

Menurut Layla, wabah Pneumonia yang disebabkan coronavirus jenis baru terdeteksi kali pertama di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Tiongkok, pada Selasa, 31 Desember 2019. Per Senin, 20 Januari 2020, sebanyak 224 kasus ditemukan.

Pneumonia, mengutip Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan berbagai mikroorganisme. Di antaranya, bakteri, virus, parasit, jamur, atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa saja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda, dan lanjut usia, tetapi lebih banyak pada balita dan lanjut usia.

Saat ini Pemerintah China mulai meningkatkan sistem pencegahan. Sejak Jum’at 24/01/2019 pukul 10.00 pagi waktu China, semua transportasi umum di kota-kota provinsi Hubei diberhentikan beroperasi mengikuti himbauan walikota Wuhan yang sudah terlebih dahulu menghentikan semua operasi transportasi umum di kota Wuhan pada Kamis 23/01/2019 pukul 10.00 pagi waktu China.

Semua kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang berkumpul juga ditangguhkan. Hampir semua masjid di negeri tirai bambu tersebut mengumumkan tidak melaksanakan sholat Jum’at berjamaah guna menghindari penyebaran virus corona yang semakin hari menimbulkan banyak korban jiwa.

Semua mahasiswa Indonesia yang tidak pulang ke tanah air dihimbau untuk menjauhi keramaian dan menjaga kesehatan. Apabila ditemukan gejala pneumonia, seperti: demam, batuk dan sesak nafas, maka dihimbau untuk segera melapor ke bagian administrasi kampus dan melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat.

Baca Juga : Deteksi Stunting, KPM Candipuro Mulai Sasar Baduta

Beberapa mahasiswa Indonesia yang ingin meninggalkan kota Wuhan sudah tidak bisa lagi pulang ke tanah air. Pasalnya, penerbangan ke dan dari kota Wuhan juga ditutup. “Kami berharap, orang tua dan keluarga di rumah tidak mencemaskan kami. Tapi mendo’akan kami agar kami sehat dan terhindar dari penyakit radang paru-paru tersebut” ucap Nur Ralda Binti Bakri, salah satu mahasiswi aktif di kota Huangshi, provinsi Hubei, China.

0 Response to "Mahasiswi Asal Lumajang ini Menceritakan Kondisi Terkini Wabah Corona di Wuhan China"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel