Kenalkan Lumajang di Kancah Internasional Melalui 'Sampah'

Saiful, saat proses pembuatan karya dari olahan limbah sampah

CAKRAWALADESA.COM, Lumajang - Berangkat dari bentuk kepedulian terhadap limbah sampah, salah satu warga Jatiroto, Saiful, termotivasi untuk mengolah sampah menjadi sebuah karya seni. Sejak 2014, Saiful telah berhasil berkarya dengan menggunakan limbah daun tebu menjadi Loko seperti Icon PG. Djatiroto.

Kepada media cakrawaladesa.com, Saiful, mengaku, kala itu telah terjual ke 15 daerah di luar Kabupaten Lumajang, hingga wisatawan asing asal Australia dan Belanda. Selain itu, ada satu karyanya yang hingga saat ini masih berada di kediaman mantan bupati Lumajang, As'at Malik.

"Setelah berhasil, saya mencoba merambah ke limbah yang lain, seperti bungkus kopi, styrofoam dan botol air mineral, dan limbah lainnya yang intinya limbah tersebut sulit untuk diurai oleh tanah," ungkap Saiful.

Beberapa hasil karya yang telah sukses dikerjakan

Dia, mengatakan, dalam 1 karya bisa memakan waktu 4-5 hari. Hal ini tergantung persediaan bahan baku. Bahan baku yang dimaksud didapat dari sampah yang ada di lingkungan, baik lingkungan warga, desa, maupun bantaran sungai. Saiful, berharap, hal tersebut bisa mengedukasi warga untuk memahami bahwa sampah itu tidak kotor dan masih ada sampah yg bisa diolah sebagai tambahan ekonomi dalam rumah tangga.

"Selain itu, juga bisa jadi pelajaran agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Kasihan anak cucu kelak jika sampah tertimbun dan tak mudah lebur yang bisa merusak ekosisitem dan sumber air, sehingga tidak bisa dimanfaatkan kembali di masa depan.

Sementara itu, dia juga berharap supaya Pemerintah Kabupaten Lumajang bisa memilah dan menaungi para seniman lokal yang bergerak dibidang pengelolah limbah. Mengingat, banyak seniman yang membawa nama Lumajang ke kancah nasional melalui karya olahan sampah tersebut.

"Kebanyakan seniman mengatakan di Lumajang kurang ada wadah yang menaungi. Seniman itu bukan PNS ataupun profesi yang belum bisa dikatakan berpenghasilan tetap. Tapi mereka hanya bisa makan dari hasil karya tersebut," pungkasnya. NDY

0 Response to "Kenalkan Lumajang di Kancah Internasional Melalui 'Sampah'"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel