Berbagi Pengalaman Bersama Penggagas Kampung 3G untuk Bangun Kesadaran Lingkungan di Lumajang




CAKRAWALADESA.COM, Lumajang - Penggagas Kampung Glintung Go Green (3G) Ir. H. Bambang Irianto berbagi pengalaman dengan menjadi pemateri dalam diskusi yang dilaksanakan di Cafe Kemlecer, Kelurahan Ditotrunan Kecamatan Lumajang pada Selasa (25/02).

Bambang Irianto adalah salah satu Ketua RW di Desa Purwantoro Kecamatan Blimbing Kota Malang yang juga pernah meraih penghargaan Kalpataru di kategori pembina lingkungan 2018 mencoba mereplikasikan keberhasilan dalam mebangun kesadaran lingkungan khususnya di Lumajang sebagaimana gerakan sosial yang telah diwjudkan dengan kampung Glintung Go Green (3G).

Gerakan 3G dimulai dengan kegiatan sederhana, yaitu penghijauan lingkungan yang telah diluncurkan Bambang Irianto pada bulan Februari 2012 silam.

"Ini bukan gerakan mudah, mengingat gagasan dasarnya ingin mempertahankan nilai-nilai luhur budaya kampung dan memperbaiki kondisi lingkungan dalam arti luas, sekaligus tetap menyerap nilai-nilai modern untuk memperkaya aspek sosial-ekonomi masyarakat" ujarnya.

"Berangkat dari RW, alhamdulillah saya bersatu bersama masyarakat RW 23 kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Kota Malang bisa mengembangkan kapung. Dimana yang dulunya sering terjadi banjir, kini kampung kami lebih dikenal dengan (3G) Glintung Go Green," ulas Ketua RW yang mendapatkan penghargaan Kalpataru itu.

Dalam diskusi tersebut, dihadiri berbagai organisasi seperti Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM). Turut hadir pula Rektor Universitas Lumajang, Dr. Mokhamad Hariyadi Eko Romadon, S.Sos., M.Si. serta beberapa Ketua RW Keluarahan Ditrotunan binaan Ir. H. Bambang Irianto.

Dalam kesempatan tersebut, Mokhamad Hariyadi selaku Rektor Universitas Lumajang turut menegaskan bahwa merubah kebiasaan masyarakat bisa dilakukan asalkan terus dilatih.

"Saya kasih ilustrasi atau perumpamaan sebagaimana orang yang membubuhkan tanda tangan dengan menggunakan tangan kanan dan kirinya, yang hasil dari keduanya pasti berbeda, namun, jika dilatih secara terus menerus, hasil tanda tangan tersebut bisa mirip dan bahkan natinya akan sama persis" jelasnya

Pada akhir sesi, Ir. H. Bambang Irianto memberikan saran kepada peserta yang hadir khususnya bagi GSNI untuk aktif mengunjungi daerah lain sebagai bentuk study banding agar bisa diterapkan di lingkungan sekolah, serta di lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.

Baca JugaNgosan, Cara Karang Taruna Singojoyo Klanting Tuangkan Ide

"Di luar jam sekolah, untuk adik-adik bisa melakukan study banding ke kampung kampung di Lumajang. Praktek secara langsung bersama masyarakat yang nanti hasilnya dapat dijadikan sebagai motivasi serta inspirasi dalam mendukung proses belajar di sekolah masing-masing," pungkasnya.

Pewarta : Dandy
Editor : Redaksi

0 Response to "Berbagi Pengalaman Bersama Penggagas Kampung 3G untuk Bangun Kesadaran Lingkungan di Lumajang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel