Antisipasi HIV-AIDS dan TBC, Kampung KB Pandanarum Adakan Sosialiasi


Oleh : Ani Novia, S.S

Lumajang - Mengantisipasi maraknya wabah penyakit menular HIV-AIDS dan TBC Pokja Kampung KB Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh Lumajang yang dilaksanakan pada hari Kamis di pendopo kantor Desa Pandanarum, (31/10/2019).

Andi Ardiansyah selaku Plt.Kades Pandanarum mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting, agar masyarakat masyarakat dapat terhindar dari penyakit menular degan mengetahui penyebab, gejala dan cara mengatasinya.

"Salah satu program yang diadakan oleh kampung KB hari ini adalah sosialisasi penyakit menular HIV-AIDS dan TBC, mengingat banyak warga yang mengidap pengakit menular yang diakibatkan karena ketidak tahuannya.” ujar Andi

 “Ini menjadi kewajiban Kampung KB berdiri sejak 2017,  dan merupakan satu-satunya desa yang terpilih di kecamatan Tempeh berkewajiban membantu mengatasi permasalahan kesehatan desa dari lintas sector." imbuhnya.

Sosialisasi mendatangkan narasumber dari dinas kesehatan yaitu Askap Hariyanto, selaku Kasie  P2M dan Diah Puspitasari sebagai staff P2M.

“Kami mengapresiasi atas terselenggaranya Sosialisasi ini, inisiatif biasanya muncul dari dinas kesehatan, namun kali ini muncul dari masyarakat dan perangkat desa,” Ujar Diah sebagai opening penyampaian materi penyakit TBC.



TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman, dan penyakit ini sangat mudah sekali menular. 1 orang Pederitab TBC berpotensi menularkan ke 10 orang melalui batuk berdahak.

Saat ini sudah ada fasilitas pengobatan TBC di puskesmas selama 6 bulan tanpa dipungut biaya (gratis).

M. Ali Fahrus dari Puskesmas Tempeh mengatakan bahwa data saat ini menunjukkan penderita TBC di Kecamatan Tempeh ada 33 orang dan didominasi oleh dusun Parasgowang, sedangkan penderita HIV-AIDS di desa Pandanarum sekitar 5 orang.

"Orang mengidap penyakit TBC belum tentu terserang HIV-AIDS, tapi pengidap HIV-AIDS berpotensi besar terkena TBC" ujar Ali

"Sedangkan untuk penyakit HIV-AIDS yang disebabkan oleh virus, menjadi salah satu penyakit yang tidak dapat untuk disembuhkan" imbuhnya

Menurut penjelasan Askap Haryanto, Penderita HIV-AIDS di Kabupaten Lumajang mengalami penurunan dari angka 444 pada tahun 2017 menurun hingga 380 penderita.

"Kita perlu perihatin ketika melihat kejadian dibeberapa wilayah, ketika penderita HIV-AIDS dikucilkan atau di diskriminasi dari anggota keluarga" jelas Haryanto

Secara medis, bahwa HIV-AIDS tidak mudah menular seperti TBC, tapi penularan HIV-AIDS terjadi ketika hubungan seksual, melalui darah (suntik darah), dan ASI. Sehingga bagi ibu hamil,  yang terdeteksi HIV-AIDS, secara tidak langsung tidak diperbolehkan memberikan ASI Ekslusif untuk menyusui bayinya.

0 Response to "Antisipasi HIV-AIDS dan TBC, Kampung KB Pandanarum Adakan Sosialiasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel