Video : Tekan Angka Stunting, Pendamping Desa Lumajang Latih Kader Pembangunan Manusia

Oleh : Fawaid Jazuli

Lumajang - Mendukung upaya pemerintah Kabupaten Lumajang dalam rangka mencegah angka stunting, Pendamping Desa Lumajang  mengadakan Pelatihan kader Manusia secara serentak yang dilakukan selama 4 hari mulai hari Senin - Rabu (30 September - 03 Oktober 2019).

Sasaran pelatihan adalah Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Perangkat Desa dari 198 desa se-Kabupaten Lumajang yang memiliki peran untuk memastikan tersedianya kegiatan pelayanan sosial dasar bidang kesehatan dan pendidikan di Desa, serta memastikan masyarakat, terutama Ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (Baduta) memperoleh layanan tersebut secara konvergen (terpadu).

Menurut Penanggungjawab Program Inovasi Desa Kabupaten Lumajang, Supriyadi, SIP menegaskan bahwa saat ini angka balita dengan prevalensi stunting atau balita pendek dan sangat pendek diLumajang masih tinggi dan berada pada 10 besar di Jawa Timur.

"Guna mencegah stunting ini, kami yang bertugas memberikan pendampingan terhadap desa khususnya Dana Desa memberikan Pelatihan pada KPM dengan bekerjasama dengan dinas kesehatan sebagai narasumber dan singkronisasi program" ujarnya

"Output yang dihasilakan nantinya adalah validasi angka stunting di tiap-tiap desa untuk selanjutnya dapat dilakukan intervensi melalui anggaran APBDesa" imbuhnya

"Apalagi kegiatan konvergensi pencegahan stunting saat ini mendapatkan porsi anggaran sebagaimana diatur dalam Permendesa No. 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020" tegasnya

Lebih lanjut, Supriyadi berharap pelayanan sosial dasar bagi masyarakat agar lebih diperhatikan kembali, seperti Polindes dan Posyandu yang dibangun melalui dana desa dapat selalu aktif sebagai ujung tombak dalam mengantisipasi stunting di kawasan perdesaan.

"Dan permasalahan desa bukan hanya diselasaikan pada pekerjaan infrastruktur saja, tapi akar masalah mendasar di masyarakat belum disentuh seperti perbaikan gizi, pola makan dan sanitasi" katanya

Salah satu KPM yang telah mengikuti pelatihan, Marni yang juga aktif diposyandu di desa Ranulogong Randuagung menuturkan bahwa dengan pelaihan semacam ini sangat membantu kita untuk lebih faham penyebab dan cara menangani stunting.

"Kita dilatih dengan materi Konvergensi Stunting dan juga praktek mengukur panjang baduta dengan menggunakan tikar pertumbuhan untuk mengetahui stunting atau tidak kemudian menentukan jenis konseling yang akan kita berikan" tuturnya.

"Terakhir kita dilatih mengisi kuisioner score card untuk menentukan nilai stunting tingkat desa bersama Pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembanguan Desa sebagai dasar untuk dibawa pada tingkatan musyawarah desa", tutup Marni

Berikut Video Praktek Pengukuran Baduta Menggunakan Tikar Pertumbuhan:

0 Response to "Video : Tekan Angka Stunting, Pendamping Desa Lumajang Latih Kader Pembangunan Manusia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel