Tips dan Trik Memajukan Pondok di Era Pandemi Covid-19 dan Dunia Modern


CAKRAWALADESA.COM, Lumajang - Sejarah terbukanya kitab Ushul fiqih pertama kali oleh Imam Syafi'i itu berawal dari surat-menyurat antara  Imam Syafii dengan gurunya Muhammad Bin Hasan asy-syaibani dari Baghdad Yg merupakan murid senior Imam Abu Hanifah, sehingga terciptalah kitab AR-Risalah yang menjadi pondasi usul Fiqih Mazhab Syafi'i. Kitab yang banyak sambutannya oleh para ulama waktu itu sebelum adanya kitab Ihya ulumiddin.

Belajar dari sejarah tersebut pembelajaran online sebetulnya sudah ada sejak dulu tetapi pada waktu itu masih menggunakan media surat menyurat,

طلب العلم فريضة على كل مسلم

Artinya mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim .
"Dalam kaidah nahwu Hadits tersebut adalah satuan mubtada khobar yang tidak membutuhkan zaman(waktu) dan makan(tempat) jadi menuntut ilmu itu wajib sepanjang zaman bagi setiap muslim tidak terkendala waktu dan tempat"

Berikut Tips dan Trik untuk Memajukan Pondok Pesantren di Era Pandemi Covid-19 dan Dunia Modern. Menurut pengalaman saya selaku pengurus pondok pesantren Khomsani Nur, langkah-langkahnya ialah sebagai berikut :

1. Memanfaatkan Tekhnologi dengan Cerdas.
Seorang pengasuh harus bisa memberikan kajian online melalui aplikasi wa kepada seluruh jamaah dan santri dan santri harus bisa menggunakan aplikasi hp. Semisal aplikasi murottal alquran dan menggunakan aplikasi kamus arab di hp untuk memudahkan pembelajaran alquran dan kitab-kitab salaf dengan tetap belajar secara langsung kepada para ustadz untuk mendapatkan penjelasan secara mendalam.

Karena hanya dengan belajar secara langsung, maka para ustadz akan bisa  membimbing  dan memberikan teladan serta praktek secara langsung kepada santri. Ini yang tidak bisa dilakukan lewat online dan hikmahnya di saat pendidikan formal diliburkan karena adanya pandemi. Pondok Pesantren Khomsani Nur tidak libur dan ini kesempatan bagi Pondok Pesantren Khomsani Nur untuk lebih fokus dalam mencetak kader-kader penghafal alquran dan bahkan ketika libur lebaran para santri tetap bisa setor hafalan alquran melalui aplikasi WA.

2. Sistem Lockdown Pondok Pesantren pada Masa Pandemi Covid-19.
Sebetulnya Lockdown atau karantina sudah lama diterapkan di lingkungan pondok pesantren jadi santri tidak boleh keluar masuk dan ada batasan berkunjung dari Wali Santri. Di sini Pondok Pesantren harus bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan para santri dengan cara pemeriksaan rutin dari pihak puskesmas pengecekan suhu tubuh Santri dengan termometer gun oleh ustad dan yang paling penting adalah pemenuhan gizi santri untuk kekebalan tubuh mereka. Sehingga tidak gampang terkena penyakit.

Alhamdulillah Pemkab Lumajang dan para donatur yang berasal dari masyarakat sekitar Lumajang dan teman teman taya alumni SD, SMP, SMA di Surabaya sudah banyak yang membantu terkait dengan kebutuhan sembako untuk anak-anak Santri. Serta kami selalu koordinasi dengan Kepala Desa Klanting dan muspika, baik Kecamatan Sukodono, Polsek Sukodono dan Koramil Sukodono tentang penyuluhan pencegahan penyebaran virus Corona yang rutin dilakukan di pondok pesantren. Tidak lupa kewajiban menjaga jarak dan pemakaian masker untuk penghuni pondok.

3. Pembiasaan Murojaah dan Hafalan Alquran Setiap Hari dan Kegiatan Mujahadah.
yaitu dengan cara Dzikir Sholawat setiap selesai sholat 5 Waktu. Kegiatan sholat malam dilanjutkan membaca Sholawat Nuruz Zaman 1000x.
Itu semua  dilakukan untuk mendoakan keselamatan ummat, jadi pemenuhan gizi rohani dicukupi dengan pembacaan Alquran dan Shalawat setiap hari. Sekaligus juga Alquran sebagai penawar/obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Sesuai dengan Quran surat Al-Isra 82 :

 وننزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين.

Artinya "dan kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar/obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman".

4. Istiqomah Sholat Berjamaah.
Dan Juga dalam kitab Khosoisul Ummati Muhammadiyyati Karangan Sayyid Muhammad bin Alawi Makkah. Disebutkan keutamaan sholat berjamaah adalah menghapus dosa, dicintai oleh Allah, mustajabnya doa.
Jadi doa itu kalau dilakukan bersama-sama pasti terkabul dan biasakan mendoakan untuk orang lain, karena kita pasti juga mendapatkannya di rumahpun ini adalah kesempatan bagi kita untuk berjamaah dengan keluarga.

5. Kompetisi Ustad Bisa Memacu Himmah / Semangat dan Ghiroh / Kecemburuan Kepada Santri Dengan cara memberi contoh dan menjadi panutan untuk selalu semangat menuntut ilmu, serta memberi reward kepada santri yg berprestasi. Sehingga tercipta Fastabiqul Khoirot di lingkungan ponpes.

Pondok pesantren diera pandemi dan menghadapi dunia modern harus mampu menjadi benteng terakhir yang membentengi generasi muda dari budaya budaya asing yang negatif dan  mencegah kerusakan moral dengan cara menciptakan generasi qurani yang mampu menjawab tantangan zaman melalui pendidikan karakter alquran dan akhlaq rasulullah di dalamnya. Sehingga tercipta santri milenial yang bermanfaat tangguh dan mampu mengamalkan ilmunya nya kepada masyarakat dan juga mampu menjaga keutuhan NKRI. *Ayoeb Taufani Zaman, Pengurus Ponpes Khomsani Nur

Editor : NDY

0 Response to "Tips dan Trik Memajukan Pondok di Era Pandemi Covid-19 dan Dunia Modern"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel