Sejarah Peringatan 1 Juni, Kuatkan Toleransi pada Realitas Hidup yang Berbeda



Penulis : Maulana Sholehodin

CAKRAWALADESA.COM, Pasuruan - Pemerintah Orde Baru membolehkan masyarakat Indonesia memperingati 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, tetapi ketika itu tak ditetapkan secara nasional. Ada upaya upaya memisahkan Bung Karno dengan sejarah pancasila.

Hari kelahiran pancasila Kadang diperingati kadang tidak, karena hari kelahiran pancasila identik dengan gagasan Bung Karno saat pidato di depan sidang Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 juni 1945. dimana materi pidatonya cukup luar biasa mencakup 5 sila yg oleh Bung karno ditawarkan sebagai Asas berbangsa dan bernegara.

Presiden Soeharto lebih suka merayakan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 1965, sebagai tanda gagalnya Gerakan 30 September 1965. Dengan memodifikasi sejarah tunggal ala presfektif orde baru dimana soeharto sebagai tokoh utama seperti pada Film Film India. Novel ini pun kemudian menjadi buku tersendiri yang menjadi pelajaran wajib dengan nama PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa).

Bahkan pelajaran PSPB ini satu satunya pelajaran yang dimasukkan ke dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) lewat TAP MPR RI No. II/MPR/1983. Luar biasa kerasnya upaya doktrinasi Orde Baru untuk menuhankan Soeharto sebagai dewa indonesia.

Pada masa itu wacana yang berkembang adalah 1 Juni 1945 tidak dianggap sebagai hari lahirnya Pancasila, melainkan hari lahirnya "istilah Pancasila". Yang dinyatakan Soekarno dalam sidang BPUPKI.

Menurut Orde Baru saat itu, lima sila yang ada dalam Pancasila sebetulnya sudah ada dalam diri bangsa Indonesia sejak jaman kerajaan kerajaan, soekarno hanya merangkum dan membuat istilah Pancasila. Hari yang dianggap sebagai hari lahirnya Pancasila adalah 18 Agustus 1945, karena saat itu Pancasila secara resmi sudah menjadi falsafah bangsa dengan disahkannya UUD 1945. Setidaknya itulah yang ditanamkan orba pada kami murid murid SD tahun 80an.

Ya begitulah sejarah selalu ditulis oleh para pemenang. Tetapi saya sepakat dengan Gus Dur. Pak harto itu banyak jasanya pada indonesia walaupun kesalahannya juga banyak.

Gur Dur dan KH. Ahmad Siddiq Jember Sebagai salah satu tokoh arsitek Khittah NU 1926 telah merumuskan pondasi hubungan Islam dan Pancasila dalam sebuah pidato yang fenomenal usai terpilih sebagai Rais Aam PBNU dalam Muktamar ke-27 tahun 1984 di Situbondo.

“Dengan demikian, Republik Indonesia adalah bentuk upaya final seluruh nation (bangsa), teristimewa kaum muslimin, untuk mendirikan negara (kesatuan) di wilayah Nusantara. Para Ulama dalam NU meyakini bahwa penerimaan Pancasila ini dimaksudkan sebagai perjuangan bangsa untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sosial.” (KH Husein Muhammad, Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus, 2015)

Para pahlawan tidak meresa lebih berhak dan merasa paling indonesia. Oleh karena itu mari kuatkan toleransi pada realitas hidup yang berbeda ini. Siapapun anda pribumi atau pendatang (Arab, China) selama anda berKTP Indonesia, Hidup dan mencintai Indonesia, maka anda adalah Indonesia.

Selamat Memperingati hari lahir Pancasila.

Kalipang 1 juni 2020

Keterangan foto:
Sultan Hamid II, lahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak ke-6, Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Perancang Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila.

0 Response to "Sejarah Peringatan 1 Juni, Kuatkan Toleransi pada Realitas Hidup yang Berbeda"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel