Pokja PIID-PEL Lumajang Tinjau Pembagunan Ekowisata Ranupani



Lumajang - Pengembangan Wisata Alam dan Budaya Tengger di Ranupani Lumajang yang di danai melalui Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa - Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) Kementrian Desa dengan total Anggaran 1,3 M  Kabupaten Lumajang sudah mulai dilaksanakan.

Guna memantau pelaksanaan program, Pokja PIID-PEL Lumajang melakukan monitoring dilokasi pembangunan pada Jum'at 13 Maret 2019.

Saat ini progres pembangunan masih berada pada tahap pertama dengan pencairan dana sebesar sebesar 60% (804.800.000), anggaran tersebut diperuntukkan pembangunan rumah adat tengger, sebesar 350.000.000, Binokuler (pengamatan burung), sepeda gunung dan kuda.

Sumandik selaku ketua Tim Pelaksana Kegiatan menyapaikan bahwa proses pelaksanaan pembangunan berjalan lancar.

"Meskipun ada kendala sedikit. Rumah adat tengger sudah selesai dibangun, tapi secara keseluruhan dapat di kategorikan lancar" ujarnya

"Sedangkan untuk pengadaan kuda yang dari total 10 ekor, sekarang tersisa 9 ekor kuda karena ada satu kuda meninggal" imbuhnya

Saat ini yang menjadi kendala adalah proses pembangunan tempat sampah yang masih belum, karena masih belum ada kesepakatan dengan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Menyikapi masalah tersebut, Camat Senduro, Misjoko, S.H menganjurkan pada panitia  untuk pembangunan tempat sampah, lebih baik di tanah warga.

"Karena realisasinya agak susah untuk meggunakan tanah milik TNBTS, maka saya menganjurkan pada panitia pelaksana agar berkoordinasi dengan warga setempat untuk mempergunakan sebagian tanahnya dalam merealisasikan program ini" ujar Misjoko.

"Jadi kerjasama warga lokal sangat mutlak diperlukan karena program ini pada akhinya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga Ranupani sendiri" imbuhnya.

Menurut Nanik, selaku Kabid Ekonomi DPMD Kab Lumajang dalam kegiatan monitoring kali ini selain melihat progres juga untuk menguatkan kerjasama lintas sektoral.

"Kami mengajak dan berkeinginan beberapa dinas, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Pariwisata, Pertanian, dan Bapeda juga turut terlibat aktif dalam mendorong keberhasilan program Kabupaten Lumajang" ungkapnya.

"Dengan kuatnya kerjasama sektoral, maka program juga akan berjalan dengan lancar dan tidak benturan dengan agenda dinas yang lain, apalagi kegiatannya sama" jelasnya.

(faid)

0 Response to "Pokja PIID-PEL Lumajang Tinjau Pembagunan Ekowisata Ranupani "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel