Bukan Kuda Kencak, Tapi Kerapan Kerbau yang Layak Jadi Icon Lumajang




Lumajang - Kenapa kerapan kerbau yang lebih layak menjadi simbol atau icon kota Lumajang?, Berikut penjelasan Ahmad Harup (70 th) sosok seniman patung bersahaja asal Lumajang.

Saat membuat patung kerapan kerbau di desa Banyuputih Lor Randuagung beberapa  waktu yang lalu, Ahmad Harup sempat memberikan penjelasannya mengenai patung kerapan kerbau yang dia buat.

Menurut Harup, dahulu kerapan kerbau banyak dilaksanakan di Lumajang dan bahkan pesertanya banyak dari luar wilayah.

"Waktu saya kecil, kerapan kerbau banyak dilaksanakan di Lumajang, khususnya di wilayah Kecamatan Randuagung karena saya sendiri lahir di Desa Randuagung" ujar Harup

"Sedangkan kesenian kuda kencak malah lebih dahulu Probolinggo dari pada Lumajang termasuk kerapan kambingnya." imbuhnya

Maka patung kerapan kerbau dipertigaan di desa Banyuputih Lor Kecamatan Randagung yang di inisiasi oleh pemerintah desa ini bertujuan untuk mempertegas icon asli Lumajang agar masyarakat tidak mudah melupakan khasanah budaya desanya.

Ahmad Harup adalah seniman patung yang sudah banyak menghasilkan karya yang terpajang dibeberapa lokasi strategis di Lumajang.

Beberapa karya Ahmad Harup di Lumajang antara lain adalah, Patung 7 Manusia dengan beragam profesi di depan Kodim 0821 Lumajang, Patung Kapten Suwandak di Klakah, Patung Sukertijo pahlawan Lumajang di Kalipepe Yosowilangung, Patung Petani Pisang Wonorejo sebelum dipugar seperti saat ini, Patung hewan di Taman JLT Tekung.

Keahliannya dalam mematung memang layak untuk di apresiasi, bukan hanya di Lumajang dikabupaten Probolinggo di pertigaan Ketapang terdapat juga patung Kerapan Kambing yang termasuk salah satu karya Ahmad Harup, bahkan karyanya juga berada di Provinsi Maluku Utara.

Kesenian patung telah di geluti Harup sejak tahun 1940. Pria pensiunan PNS ini dalam berkarya selalu mendapat dukungan dari Istri tercintanya yang bernama Endang yang juga pensiunan dan 6 orang anaknya.

"Mematung adalah bakat yang saya miliki, karena untuk berkarya tidak perlu predikat atau jabatan, tapi yang dibutuhkan adalah kerja keras dengan ke ikhlasan agar kita punya sejarah yang akan kita tinggalkan" tutupnya.

0 Response to "Bukan Kuda Kencak, Tapi Kerapan Kerbau yang Layak Jadi Icon Lumajang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel